fbpx

Blog

CERDAS DAN PINTAR BERBEZA? INI PENJELASANNYA

CIRI-CIRI ORANG CERDAS DALAM ISLAM

Dikisahkan dari Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ “(HR. Ibnu Majah).

Menjadi cerdas adalah salah satu harapan parents kepada anaknya. Sejak kecil, anak didoakan agar ketika besar nanti menjadi orang yang cerdas. Secara umumnya, cerdas bermaksud orang pintar secara akademik, mendapat nilai baik, dan bijak dalam mengambil keputusan. Memang tak ada yang salah dengan maksud cerdas menurut pendapat umum. Cerdas menurut Islam sangat luas dan memiliki maksud yang sangat luas juga, tak hanya masalah dunia tetapi juga menyangkut masalah akhirat. Dalam surah Az Zumar ayat 42, Allah SWT berfirman yang maksudnya :

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.”

(QS. Az Zumar : 42)

Dalam ayat tersebut berisi tentang kematian, maka apa kaitannya dengan perbahasan cerdas di awal tadi? Seperti yang sudah disampaikan, bahawa cerdas dalam Islam ada kaitannya dengan akhirat, yakni kematian. Islam mencirikan orang yang cerdas adalah orang yang tak hanya ingat akan dunia, tetapi orang yang lebih sering mengingati kematian. Sebab orang berakal tahu bahwa ada yang harus dipersiapkan untuk kematian bila saatnya tiba.

Jadi, seberapa pintar seseorang itu, walaupun mempunyai nilai akademik yang tinggi, menyandang pelbagai gelar, dan ahli dan ilmu tertentu, semua akan sia-sia jika tidak mempersiapkan kehidupan di akhirat. Sebab itu semua hanya akan menjadi sejarah seseorang hidup di dunia. Seseorang akan disebut pintar, kerana kebiasaanya orang tersebut dapat memecahkan suatu masalah yang orang lain tidak dapat memecahkan masalah tersebut. Atau, dengan kata lain, ia selalu memecahkan sebuah solusi dengan cara yang lebih kreatif. Padahal, pertanyaannya adalah sama. Pintar atau cerdas, merupakan sebuah gelaran yang tidak tertulis yang sesiapapun dapat memilikinya. Orang yang cerdas cenderung mempunyai plan yang besar di masa hadapannya. Selain itu, mereka juga biasanya mempunyai sebuah visi dan misi, yang mana ingin mencapai posisi yang lebih tinggi, dari yang dimilikinya sekarang.

Namun berbeza dengan apa yang pernah diungkapkan oleh Rasulullah Saw. orang yang pintar itu tidak seperti apa yang disebutkan di atas. Lalu bagaimana orang yang pintar menurut Rasulullah Saw tersebut? orang yang pintar tersebut dijelaskan dalam hadits Rasulullah Saw.

  1. Orang yang Pintar. Syaddad bin Aus mengatakan bahawa Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Orang pintar adalah orang yang mau memperbetulkan dirinya sendiri dan beramal untuk kepentingan akhirat nanti. Dan orang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya tetapi berharap terhadap Allah.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Thabrani).
  1. Orang yang Paling Pintar. Umar bin Khattab Radhiyallaahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam, tiba – tiba muncul seorang sahabat Anshar. Setelah mengucap salam kepada beliau, ia bertanya : “Ya Rasulullah, siapakah orang mukmin yang terbaik ?”  Beliau menjawab : “Yang paling baik akhlaknya.” Kemudian ia bertanya lagi : “Siapakah orang mukmin yang paling pintar ?” Beliau menjawab : “Yang paling sering ingat kematian dan yang punya persiapan terbaik untuk menyambut apa yang terjadi sesudahnya. Mereka itulah orang yang paling pintar.” (HR. Thabrani dan Ibnu Majah).

Demikianlah ciri-ciri atau tanda orang yang pintar dan orang yang paling pintar menurut perspektif Islam. Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang pintar dan yang paling pintar seperti yang disebutkan oleh Rasulullah Saw tersebut. Aamiin.

 

 

NAK JADI TUTOR AL-QUR’AN?

➽  https://beanahomequran.com//nak-jadi-tutor

KELEBIHAN MENJADI TUTOR BEANA ?

1.  Anda berhak menyusun jadual anda sendiri

2. Bekerja dengan waktu yang fleksible

3. Mengajar disekitar tempat anda sahaja (Separuh masa)

4. Elaun yang lumayan

5. Insentif BELIAN KERETA & UMRAH

6. Penyata elaun disediakan

7. Reward Tutor Bulanan

8. Mengajar Al-Quran dan Asas Fardhu Ain sahaja

9. Latihan dan konsultansi diberikan

 

MENCARI GURU MENGAJI UNTUK ANAK-ANAK?

➽ https://beanahomequran.com//daftar-online

Cara Menghargai Al-Quran Sebagai Nikmat Allah

Menghargai Nikmat Al-Quran

Nikmat Allah itu luas. Nikmat apakah yang Al-Quran beri kepada kita?

alquran

Allah Ta’ala berfirman dalam kitab Al-Quran yang maknanya :

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih”

(QS  AL Israa’ : 9-10)

Salah satu nikmat Allah yang paling besar adalah penganugerahan Al-Quran kepada kita. Kitab yang mulia, yang Allah khususkan hanya untuk umat Nabi Muhammad. Kitab suci yang paling mulia dibandingkan dengan kitab-kitab suci yang lainnya yang pernah Allah turunkan dalam perjalanan para nabi dan para rasul yang berjumlah puluhan ribu.

Allah telah memilih kitab suci tersebut untuk Rasul-Nya yang paling mulia dan Allah pilih kita dari berjuta manusia untuk menjadi umat Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berhukum di bawah naungan Al-Quran.

Namun pernahkah kita terpikir bagaimana cara untuk mensyukuri nikmat Al-Quran yang telah Allah anugerahkan atau bahkan kita tidak pernah merasa bahawa Al-Quran itu adalah kenikmatan.

Cara mensyukuri nikmat Al-Quran adalah dengan:

1. Membaca Al-Quran

membaca alquran

Dengan membaca Al Quran seseorang akan memperoleh keutamaan yang besar, memperoleh pahala kebaikan dengan duduk tanpa berpeluh. ketika membaca Al-Quran, maka satu hurufnya Allah berikan satu kebaikan lalu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. 

Surah Al-Fatihah yang kita baca sehari-hari saja terdiri dari 113 huruf lalu darab dengan 10, maka menjadi 1130 kebaikan, bayangkan! Hal ini bukan berarti kita mematematikkan amal kebaikan, tapi inilah wujud dari rahmat Allah dan betapa pemurahnya Rabb kita, yang memotivasikan kita dengan pahala yang sangat banyak. Dalam hadis yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan sentiasa taat kepada Allah, adapun yang membaca Al Quran secara merangkak dan sangat sukar untuk nya membaca maka baginya dua pahala”

(HR. Muslim)

Mungkin di antara kita ada yang memiliki keterbatasan dalam membaca Al Quran, bacaannya belum baik atau bahkan belum lancar. 

Jika sesiapa sahaja yang belum mampu membaca dengan baik, maka janganlah merasa jenuh untuk membaca Al-Quran, janganlah merasa penat lalu meninggalkan membaca Al-Quran, Allah beri imbalan dan balasan bagi orang-orang yang belum lancar membaca Al-Quran dengan dua pahala; pahala membaca Al-Quran dan pahala bersusah payah dalam membacanya. 

Ketika kita sudah terbiasa dan memiliki bacaan yang baik sesuai dengan tajwidnya, maka Allah sejajarkan kita dengan makhluk yang mulia, malaikat, makhluk yang selalu menaati Allah dan tidak bermaksiat kepada-Nya.

2. Mentadabbur isi Al-Quran

Inilah fungsi Al-Quran diturunkan, agar kita merenungi isi kandungannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.”

(QS. Shaad: 29)

Inilah tujuan utama Al-Quran diturunkan, agar kita merenungi kandungan ayat-ayatnya. Ketika seseorang merenungi kandungan Al-Quran, maka akan muncul motivasi yang besar dalam dirinya untuk mengamalkan isinya, termotivasi untuk mendapatkan kurnia yang Allah janjikan berupa syurga, dan takut akan azab di neraka. Ya, itulah yang muncul di dalam hati seseorang ketika dia merenungi isi kandungan Al-Quran.

3. Mengamalkan Ajaran Al-Quran

Seseorang yang telah mengetahui isi kandungan Al-Quran namun tidak mengamalkannya dalam kehidupan sehariannya adalah seperti orang-orang Yahudi yang Allah sebut mereka seperti keldai.

“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keldai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”

(QS. Al-Jumu’ah: 5)

Mari kita mensyukuri nikmat Al-Quran dengan membaca, mentadabbur, dan mengamalkannya. Jangan sampai nikmat yang begitu besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala ini kita sama sekali tidak mendapatkan bahagian darinya. Dan jangan sampai kita menjauhi Al-Quran yang kemudian Allah kunci hati kita, Allah tutupi hati kita, sehingga kita tidak mendapatkan hidayah dan akhirnya di akhirat kita termasuk orang-orang yang celaka.

Jika anda mahu belajar Al-Quran, Beana HomeQuran menyediakan perkhidmatan pembelajaran Al-Quran online. Jangan lepaskan peluang untuk belajar bersama guru-guur bertauliah bermula dari peringkat kanak-kanak, remaja dan dewasa!

Klik link saya nak belajar Al-Quran online! untuk maklumat lanjut.

Cara Bersyukur Atas Nikmat Allah

Bagaimana Menzahirkan Kesyukuran?

bersyukur

Bersyukur adalah salah satu rasa yang wujud hasil daripada keimanan kita kepada Allah. Kerana dengan bersyukur kita akan menjadi orang yang bertaqwa. Syukur adalah menikmati dan meyakini bahawa setiap hal yang kita miliki dan dapatkan merupakan kurnia dari Allah. Setiap hal yang kita dapatkan bukan dari apa yang kita kerjakan dan usahakan tapi, segala sesuatu adalah atas kurnia Allah sehingga kita dapat menikmati hasilnya. Dengan mensyukuri setiap halnya, Allah akan menambahkan nikmat dan anugerahnya.

Setiap muslim di dunia perlu menzahirkan rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan kepada mereka.

Tapi bagaimana mahu menzahirkan rasa syukur itu?

Pada sejatinya syukur itu adalah bentuk ibadah kita, kerana Islam adalah agama yang sempurna dan rahmatan lilalamin. Ada beberapa bentuk dan cara kita bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita, diantaranya :

1. Bersyukur Dengan Hati

Setiap kali mendapat nikmat atau rezeki, kita haruslah selalu ingat pada Allah dengan cara berzikir dengan penuh harap dengan hati yang sangat tulus. Akui bahawa segala nikmat yang diterima adalah datangnya daripada Allah. Allah akan tambahkan nikmat kita. Adapun dengan selalu membaca kitabullah Al-Quran yang mana merupakan salah satu bentuk syukur hambaNya kepada Allah. Berzikir dengan hati yang ikhlas dan penuh harap. Maka Allah akan mendengar dan meredhoi setiap amal dan harapan kita.

Janji Allah sangatlah nyata dan jelas, bahawasanya sesiapa sahaja yang bersyukur terhadap nikmat yang Allah berikan maka akan ditambahkan nikmatnya. Dan janganlah kita sekali-kali mengingkari nikmat yang Allah berikan, kenapa? Kerana azab Allah sangatlah pedih, sebagaimana dalam firman Allah disebutkan, yang bermaksud :

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”

(QS : Ibrahim : 7)

2. Bersyukur Dengan Lisan

bertahmid

Ketika kita mendapatkan suatu nikmat maka ucaplah “ALHAMDULILLAHI RABBIL’ALAMIN”. dengan ucapan itu maka Allah sudah mendengar bahwa kita bertahmid kepadaNya. Yang mana kalimat itu adalah bentuk nyata syukur kita secara lisan.

3. Bersyukur Dengan Amal

Bagaimana caranya?

Bersyukur dengan amal adalah memberikan sebahagian rezeki dan harta kita kepada yang berhak. Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang memerlukan sambutan tangan dan batuan kita, orang -orang yang miskin dari harta dan ilmu, anak yatim dan para muallaf yang baru sahaja masuk dalam agama Islam. Mereka adalah saudara kita yang sangat memerlukan bantuan kita.

Bahkan pada hakikatnya bukan mereka yang memerlukan kita. Namun kitalah yang memerlukan mereka, ketika hari akhir, dimana sudah tidak ada kemampuan tenaga dan harta kita untuk berbicara tentang pemberat mizan. Maka orang-orang yang sudah kita bantu dengan harta didunia akan membantu kita dalam memberatkan mizan kebaikan kita. Dan seketika itu Allah akan memberikan pahala syurga atas sedekah dan bantuan kita selama di dunia kepada mereka. Bersedekahlah dengan sepenuh hati dan sungguh-sunguh ikhlas hanya mengharap redha Allah. Sesungguhnya orang yang mengharapkan redha Allah adalah termasuk kedalam orang-orang yang beruntung, di dunia dan akhirat.

Usaha untuk mempelajari Al-Quran juga salah satu cara bersyukur nikmat yang Allah beri pada kita. Dengan pelajari Al-Quran, kita cuba untuk mendekati Allah.

Anda mahu belajar Al-Quran?

Beana HomeQuran menyediakan perkhidmatan pembelajaran Al-Quran hanya atas talian. Boleh klik saya nak belajar Al-Quran online! untuk maklumat lanjut.

Semoga Allah redha.

GEMPAR!!! PENEMUAN TERBARU BAGAIMANA CARA UNTUK MENJADI ORANG YANG BERUNTUNG.

3 golongan orang yang beruntung ?

Pada hakikatnya setiap manusia itu berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan menyembahkan dirinya kepada Allah. Untuk mengelakkan diri menjadi orang-orang yang berada didalam kerugian, maka dengan kita semua haruslah beriman kepada Allah serta mengerjakan amalan yang diajarkan oleh Rasulullah. Didunia pasti tiada siapa yang tidak mahu menjadi atau tergolong menjadi orang yang beruntung. Harus kita ingat untuk menjadi orang yang beruntung bukanlah mudah. Hal ini adalah disebabkan oleh balasan bagi orang yang beriman adalah syurga yang abadi maka mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan balasan tersebut.

Sesungguhnya keberuntungan itu tidak diukur dari apa yang kita dapatkan, melainkan dari nilai manfaat yang ada pada diri kita. Sehingga dapat berguna untuk orang banyak. Beruntunglah mereka. Itulah terlintas di benak kita ketika melihat orang yang keluar dari rumah megah bertingkat, berpakaian kemas dan membawa kereta mewah. Hidup mereka serba cukup, semua keinginannya terpenuhi, namun benarkah orang beruntung adalah seperti golongan mereka?

Boleh jadi iya, kalau orangnya sholeh beriman dan bertaqwa. Namun bagi mereka yang saat ini dalam kekurangan dalam bentuk barangan belum tentu dikatakan tidak beruntung. Untung dan belum beruntung merupakan dua sisi yang berlawanan. Satu sisi merupakan harapan dan sisi lain merupakan ancaman. Wajar jika ketidakberuntungan membuat kegelisahan banyak orang. Bagi seorang Muslim ketidakberuntungan tersebut merupakan ujian kehidupan. Allah SWT berfirman :

“Dan sesungguhnya  akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan  buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan “Innalillaahi wa inna ilaihi raaji’un”.

(Al-Baqaroh: 155-156).

Maka akan sangat wajar, jika kita mengakui kelebihan mereka merupakan sebuah keberuntungan. Namun kita sebagai umat Islam yang menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup perlu mengkaji secara mendalam ungkapan di atas. Kebenaran akan keberuntungan dan keburukan di atas perlu kita fahami kembali. Kerana setiap orang akan diberikan ujian tersendiri dengan kekurangan ketakutan, macam-macam ketakutan entah itu ketakutan akan kehilangan sesuatu, ketakutan akan musibah dan lainnya. Ada pula kelaparan, ketika kita diuji dalam kelaparan bersabarlah kerana sesungguhnya itu adalah salah satu ujian dari Allah, sehingga jika kita bersabar maka kita akan mendapatkan balasan syurga.

Dengan ini semua akan disebutkan beberapa kriteria bagi siapa sahaja yang ingin masuk kedalam golongan orang yang beruntung, diantara nya sudah Allah sebutkan dalam firman Allah didalam Al-Quran pada surat Al-Maidah : 35, yang maknanya :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”

Dalam ayat diatas dijelaskan orang-orang yang beruntung, yang pertama adalah orang-orang yang beriman, orang yang beriman akan selalu menjalankan setiap perintah Allah dan meninggalkan setiap yang dilarangNya. Maka dengan ini orang yang beriman sangatlah beruntung, kerana setiap sikap dan perbuatannya akan dipenuhi dengan ketaatan dan ketaqwaan.

Dan yang kedua adalah orang-orang yang selalu mengharapkan Redho Allah, golongan orang yang selalu mengharapkan redho Allah adalah dengan wasilah kebaikan. Maka golongan orang-orang ini akan selalu melakukan kebaikan dalam setiap kegiatannya. Kehidupan mereka sangat dipenuhi dengan kebaikan dan keredhoan Allah.

Yang ketiga adalah orang yang berjihad dijalan Allah, jihad dalam menegakkan kalimat Islam bukan hal yang mudah, berperang menumpas kekufuran dan kezaliman yang ada di bumi ini. Dengan sepenuh tenaga dan fikiran sehingga syariat Islam akan tegak dan berjaya di dunia ini, dan syurga menanti di akhirat kelak. Wallahu a’lam

 

 

NAK JADI TUTOR AL-QUR’AN?

➽  https://beanahomequran.com//nak-jadi-tutor

KELEBIHAN MENJADI TUTOR BEANA 🙂

1.  Anda berhak menyusun jadual anda sendiri

2. Bekerja dengan waktu yang fleksible

3. Mengajar disekitar tempat anda sahaja (Separuh masa)

4. Elaun yang lumayan

5. Insentif BELIAN KERETA & UMRAH

6. Penyata elaun disediakan

7. Reward Tutor Bulanan

8. Mengajar Al-Quran dan Asas Fardhu Ain sahaja

9. Latihan dan konsultansi diberikan

 

 

MENCARI GURU MENGAJI UNTUK ANAK-ANAK?

➽ https://beanahomequran.com//daftar-online 

4 perkara yang membuatkan jiwa semakin jauh dengan Quran! Perkara no 3 memang mengejutkan!

pengaruh Quran

KENAPA PENGARUH QURAN MENJADI LEMAH???

Zaman semakin canggih. Terdapat banyak teknologi yang digunakan pada masa kini. Kita dapat melihat rata-rata rakyat muka bumi ini mempunyai gadget atau lebih mudah dikenali dengan handphone. Handphone yang canggih tidak lagi susah untuk dimilik kerana zaman sekarang banyak syarikat telefon yang sudah mencipta telefon canggih.

Sedar tidak sedar sebenarnya handphone atau apa sahaja gadget selalu sahaja di tangan masyarakat sekarang ini. Tidak kira lah masyarakat remaja malah terkadang ada juga masyarakat dewasa yang tidak melepas kan gadget dari tangan mereka.

Hal ini membuatkan kita tertanya-tanya adakah media sosial sahaja yang menjadi tumpuan perhatian masyarat kita sekarang berbanding al-Quran? Adakah masyarakat kita masa kini masih mendekatkan diri mereka dengan al-Qur’an?

Tahukah anda pada masa ini ramai orang sudah jauh dari muamalah dengan Al-Quran? Tahukah kalian semua pada hakikatnya kitab Allah ini merupakan pedoman dan kunci keselamatan kehidupan kita. Sedangkan media sosial seperti facebook, Instagram dan lainnya tidak dapat menjamin akan memberikan kebaikan untuk dunia dan akhirat kita? Banyak keburukan yang akan terjadi pada diri kita jika kita semakin hari semakin menjauhkan diri dari al-Quran. Baca di sini.

Jom semak apa faktor atau penyebab lemahnya jiwa kita terhadap mencintai Al-Quran :

1. Melupakan tujuan Al Quran diturunkan

seharusnya yang kita ketahui bahawa tujuan utama al-Aquran diturunkan adalah untuk membimbing manusia dan memperbaiki keadaan mereka ke jalan yang diredhai Allah.. Maka Allah menurunkan kitab ini sebagai risalah yang ringkas namun dengan kandungan makna yang padat sehingga mudah dibaca dan dihafalkan. Kerana itulah ianya harus dibaca secara cermat dan perlahan-lahan agar maknanya dapat difahami baik oleh pembaca mahupun pendengarnya. Seperti dalam firman Allah, yang bermaksud:-

“Al Quran kami turunkan secara beransur-ansur agar kau membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan.”

(QS Al Isra: 105)

Ketika tujuan ianya diturunkan telah dilupakan oleh manusia maka sesuatu yang seharusnya hanya dijadikan sebagai perantara (membaca dan menghafal) akan dipandang sebagai tujuan yang sebenarnya. Membaca dan menghafal memang penting tapi tujuan akhir adalah bagaimana agar ayat-ayat yang sudah kita baca dan kita hafal tersebut dapat kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

2. Mengaji tidak dijadikan sebagai rutin sehari-hari

Membaca dan memahami Al-Quran sebenarnya adalah amalan yang perlu dilakukan setiap hari dan setiap waktu. Namun beberapa hal duniawai sehingga mampu merubah keadaan yang mana ianya harus menjadi rutin keseharian kita, sehingga kita hampir melupakan kewajiban utama kita iaitu membaca Al-Quran. Maka alangkah baiknya jika kita hiasi hari-hari kita dengan selalu membaca dan mentadabbur Al-Quran, agar tertanam dalam jiwa bahwa ianya adalah sebahagian dalam kehidupan kita.

3. Sibuk Dengan Ilmu Lain

Rasulullah sangat mengharapkan para sahabatnya tidak disibukkan oleh ilmu lain selain Quran agar pesan-pesannya dapat diamalkan secara sempurna. Seiring berjalannya waktu sejak wafatnya Rasulullah SAW dan menyebarnya Islam ke pelbagai daerah maka terjadilah persentuhan dengan pelbagai budaya dan ilmu dari pelbagai bangsa, hasil peradaban dan budaya dunia, semua meresap ke pelbagai produk keilmuan sehingga Al-Quran tidak menjadi satu-satunya rujukan tunggal dalam kehidupan.

Itulah yang membezakan generasi kita dengan generasi sahabat. Bukan bermakna kita tidak boleh mempelajari ilmu-ilmu lain. Ianya tetap boleh tetapi kita tetap harus meletakkan ilmu al-Quran yang paling utama. Kerana didalamnya terdapat banyak pelajaran tentang kehidupan yang sesuai bukan hanya pada zaman Rasulullah tetapi sesuai untuk sepanjang masa. Selain al-Quran, sunnah juga merupakan tempat untuk kita merujuk tentang sesuatu perkara. Dan seterusnya baru kita boleh merujuk dengan ilmu-ilmu yang lain yang dapayt memberi manfaat bagi kehidupan manusia di dunia dan akhirat.

4. Tak Mempengaruhi Perilaku

Antara perkara yang dapat melemahkan kepercayaan kita terhadap Al-Quran adalah kenyataan bahawa tingkah laku seseorang yang dikenal dekat dengan Al-Quran bertentangan atau tidak mencerminkan nilai-nilainya sama sekali.

Jika kita menyampaikan sesuatu perkara yang terdapat di dalam Al-Quran pada masyarakat akan tetapi akhlak dan perilaku kita sangat jauh dari akhlak yang diajari dalamnya, maka ajakan kita atau perkara yang kita cuba sampaikan pada masyarakat tidak akan menyentuh jiwa mereka.

Maka dengan ini kita semua wajib menjaga diri kita agar selalu menjaga Al-Quran dalam kehidupan kita sehingga  ianya tetap menjadi keutamaan utama dan pedoman hidup. Wallahhua’lam bisshowab.

Jom semak bacaan Al-Quran anda di sini.

DIY Menarik Untuk Belajar Mengira Di Rumah!

DIY Belajar Mengira Di Rumah

Rumah adalah sekolah pertama bagi anak-anak. Oleh itu, ibu bapa berperanan besar untuk memberi didikan awal usia kepada mereka.

Episod cerita seorang wanita bergelar ibu pada zaman kini adalah sebuah cerita yang penuh dengan cabaran dan kebahagiaan. Kadang anda keliru dan risau memikirkan bagaimana untuk memberi pembelajaran pertama kepada anak-anak seperti yang telah diamanahkan kepada kita. Lagi-lagi apabila bagi ibu berkerjaya yang sentiasa sibuk dengan urusan kerja. 

Bagaimana nak tarik minat anak belajar ye?

Caranya adalah… belajar sambil bermain!

Hari ini, jom saya kongsi cara buat DIY belajar untuk anak-anak kita. DIY ini berfungsi sebagai pendorong untuk menambah minat anak-anak belajar. Prosesnya mudah sahaja dan tidak mengambil masa yang lama. Yang penting, menarik! Jom ajar anak-anak mengira di rumah!

BAHAN YANG DIPERLUKAN

Batang aiskrim (10)

-klip kertas (55)

TUJUAN

 Belajar mengira 1 hingga 10

CARA BERMAIN

  1. Sediakan batang aiskrim yang sudah dihias dan kepitkan klip ketas mengikut nombor yang tertera
  2. Minta anak menghitung jumlah klip kertas pada batang aiskrim
  3. Lepaskan klip kertas dari batang aiskrim
  4. Minta anak mengetipkan klip kertas pada batang aiskrim mengikut nombor yang tertera

Tak faham? Perlukan contoh?

Jangan risau, anda boleh rujuk video di bawah:

https://www.youtube.com/watch?v=VIBKspB4t5k

Di Beana HomeQuran ada perkhidmatan pembelajaran Al-Quran buat kanak-kanak, remaja dan dewasa. Secara atas talian lagi! Tak perlu susah-susah keluar rumah.

Boleh klik link saya nak belajar Al-Quran online! untuk maklumat lanjut.

DIDIK ANAK YANG DEGIL SUPAYA JADI ANAK SOLEH & SOLEHAH? INI TIPS YANG PERLU ANDA TAHU !

DIDIK ANAK

Didik anak yang degil, kuat mengamuk, nakal dan tidak mendengar kata sangat mencabar untuk ibu bapa. Ibu bapa mana yang tak inginkan anak yang baik, mendegar kata, sopan santun dan menghormati oang tua betul tak ?

Jom Beana kongsikan petua didik anak nakal & degil menjadi anak yang mendengar kata yang boleh dibanggakan InsyaAllah.

Banyakkan memeluk anak

Banyak kelebihan dan manfaat yang akan diperolehi hanya dengan memeluk anak sama ada dari segi emosi dan kesihatan mereka antaranya adalah , membuatkan anak lebih sihat dan merasa disayangi. Boleh baca selanjutnya Manfaat memeluk anak.

Menghadap kiblat ketika belajar atau mengaji

Amalkan kedudukan yang menghadap kiblat ketika didik anak dalam pembelajaran mereka terutamanya dalam pembelajaran mengaji.

Bacakan surah & tiup ke ubun-ubun anak semasa tidur

Selain berdoa, amalan ini sangatlah penting bagi seorang ibu untuk lakukan kepada anak-anak yang sukar mendengar kata supaya hati mereka akan menjadi lembut.

Rezeki yang berkat

Pastikan setiap rezeki yang dicari dan yang diperolehi dari sumber yang bersih dan halal supaya tidak menjejaskan kehidupan terutamanya untuk anak-anak.

Hubungan dengan Allah

Sentiasa menjaga hubungan dengan Allah, Allah akan permudahkan segala urusan seharian kita terutamanya dalam mendidik anak.

Ayat lembutkan hati anak

Istiqamah dalam berdoa . Antara doa yang boleh diamalkan para ibu untuk didik anak yang degil :

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱصۡبِرُوا۟ وَصَابِرُوا۟ وَرَابِطُوا۟ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ)

Surah Ali ‘Imran:200

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

Jangan sesekali cepat berputus-asa dalam mendidik anak, kerana anak adalah Amanah Allah yang tidak ternilai.

 

Nak tengok video anak-anak mengaji bersama #beanahomequran boleh ke link dibawah.

VIDEO KANAK-KANAK MENGAJI

VIDEO DAN GAMBAR MENGAJI DAN AKTIVITI..Beanahomequran memberikan sesuatu kelainan dalam belajar mengaji…Apa yang kami lakukan :1.Mengaji & aktiviti2. Mengaji & menulis3. Mengaji & enjoy..Boleh direct wasap.. +601152234111 – Nadhirah .atau inbox m.me/beana.homequran.website www.beanahomequran.com.#beanahomequran #homequran #privatetutor #anak #tuition #jomngaji #mengaji #pahala #jannah #solat #pray #prayer #islam #muslim #alquran #islamic #video #instagram #instagrammer #instadaily #instagood #read #reading #learning #study #pray #prayer #solat #dhuha #sunnah #surau #funlearning #sampaikanwalausatuayat

Posted by Beanahomequran on Tuesday, November 14, 2017

Hubungi kami segera untuk susun jadual mengaji Anda sekarang!

#kelasmengajiKualaLumpur #kelasmengajiSelangor

#kelasmengajiPutrajaya #kelasmengajiCyberjaya

#marimengaji #kelasmengaji #hometutor #mengajidirumah #privatetutor #belajarngaji #rumahngaji #jomngaji #kelasngaji #seronokbelajar #islamituindah #beanahomequran

“Mengaji itu indah bersama Beana Homequran”

KENAPA PERLU BELAJAR KENA ADA DALIL DARI AL-QURAN DAN HADIS

banyak faktor yang menyebabkan kita belajar dan mendapat kesasihan adalah hanya dengan menggunakan dalil Al-Quran dan Hadis

 

satu persatu cerita mengenai syariat Islam yang diajarkan dan semuanya berlandaskan dalil sama ada dari Al-Quran atau Hadis Rasulullah

topik pertama

BERSUCI

باب ما تجوز به الطهارة من المياه وما لا تجوز

 

Air yang boleh digunakan untuk bersuci dan yang tidak boleh

يجوز رفع الحدث وإزالة النجس بالماء المطلق وهو ما نزل من السماء أو نبع من الأرض. فما نزل من السماء ماء المطر وذوب الثلج والبرد.

Mengangkat hadats dan menghilangkan najis boleh dengan menggunakan air mutlak, iaitu yang turun dari langit atau keluar dari bumi. Yang turun dari langit adalah: air hujan, salji yang mencair dan embun.

وما نبع من الارض ماء البحار وماء الانهار وماء الآبار

Dan yang keluar dari bumi adalah: air laut, air sungai dan air perigi.

 

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ

Dan dia menurunkan bagi kalian air dari langit untuk mensucikan kalian dengannya. al Anfal : 11

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَسْكُتُ بَيْنَ تَكْبِيرَةِ الْإِحْرَامِ وَالْقِرَاءَةِ سَكْتَةً يَقُولُ فِيهَا أَشْيَاءَ مِنْهَا اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Dari Abu hurairah: bahawa rasulullah diam antara takbiratul ihram dan bacaan (al fatihah) untuk membaca (do’a iftitah), diantara yang beliau baca adalah:”Ya Allah basuhlah kesalahan-kesalahanku dengan air, salji, dan embun”. HR al Bukhari dan Muslim.

رَوَى أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ سَأَلَ سَائِلٌ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إنَّا نَرْكَبُ الْبَحْرَ وَنَحْمِلُ مَعَنَا الْقَلِيلَ مِنْ الْمَاءِ فَإِنْ تَوَضَّأْنَا بِهِ عَطِشْنَا أَفَنَتَوَضَّأُ بِمَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ

Abu Hurairah meriwayatkan, seseorang bertanya kepada rasulullah, dia berkata: Ya Rasulullah, kami selalu pergi ke laut dan membawa sedikit air, jika kami berwudhu dengan air itu, kami akan kehausan, bolehkah kami berwudhu dengan air laut? Maka rasulullah bersabda : airnya (air laut) mensucikan dan bangkainya halal. Hadith sahih riwayat Malik, al Syafi’i, Abu Dawud, al Tirmizi dan al Nasa’i.

(al Nawawi berkata): Beberapa perkara berkaitan dengan hadith ini :

  1. Hadith ini adalah diantara hadith yang paling asas dalam taharah, al Syafi’I berkata : dia (hadith ini) adalah setengah ilmu taharah.
  2. Perkataan Thahur bermaksud mensucikan.
  3. Dibolehkan bersuci dengan air laut.
  4. Air yang berubah (rasa, warna dan bau) dengan sesuatu yang tidak senang untuk dijaga, hukumnya tetap mensucikan.
  5. Dibolehkan berlayar di laut.
  6. Semua bangkai laut halal kecuali yang ada larangan yang khusus
  7. Binatang laut yang mati dengan sendirinya adalah halal.
  8. Orang alim atau mufti yang ditanyakan sebuah pertanyaan, jika dia mengetahui bahawa pertanyaan itu berkaitan dengan perkara lain yang juga penting untuk diketahui, sebaiknya memperincikan dan mengajarkan perkara itu.

 

رَوَى أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَتَوَضَّأُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ بِئْرٌ يُلْقَى فِيهَا الْحِيَضُ وَلَحْمُ الْكِلَابِ وَالنَّتْنُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ إنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لا ينجسه شئ

 

Abu said al Khudri meriwayatkan, ada yang bertanya kepada rasulullah: Ya Rasulullah, adakah Engkau berwudhu dari perigi Budha’ah, dan di perigi itu ada yang membuang tuala haidh, daging anjing dan kotoran?, rasulullah menjawab”: Sungguh air itu (air perigi Budha’ah) mensucikan, tidak terkena najis sedikitpun. Hadith Sahih riwayat al Syafi’i, Abu Dawud, al Tirmizi dan al Nasa’i.

 

(al Nawawi berkata): Berkata Imam al Khattabi : membuang tuala haidh (dan kotoran yang lain) tidak secara sengaja dilakukan oleh manusia, tetapi perigi berada di tempat yang rendah, dan kotoran terkadang terbawa bersamaan dengan aliran air banjir (hujan) sehingga masuk ke dalamnya. Kotoran itu tidak berkesan pada air kerana airnya banyak.

 

(al Nawawi berkata): Hadith perigi Budha’ah adalah hadith yang umum, tetapi dikhususkan (dikecualikan) dengan air yang berubah kerana najis, maka ia adalah najis berdasarkan kepada ijma’.

 

(al Nawawi berkata): Adapun air zamzam, jumhur ulama sama seperti mazhab kita, tidak makruh berwudhu dan mandi dengannya.  Ada satu pendapat dari Imam Ahmad yang menyatakan ianya makruh berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas, ketika berada di perigi zamzam dia berkata : Aku tidak menghalalkannya untuk orang yang mandi, dia halal untuk minum dan menghilangkan dahaga. Dan dalil kita adalah dalil-dalil yang mutlak bersuci dengan air tanpa ada pengecualian, juga umat islam sentiasa berwudhu menggunakan air zamzam tanpa ada yang mengingkari. Dan riwayat dari Ibnu Abbas tadi tidak sahih.

 

 

ثَبَتَ فِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّاسَ نَزَلُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الحجر أرض ثمود فاستقوا من آبَارِهَا وَعَجَنُوا بِهِ الْعَجِينَ فَأَمَرَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أن يُهَرِيقُوا مَا استقوا ويعلفوا الابل الْعَجِينَ وَأَمَرَهُمْ أَنْ يَسْتَقُوا مِنْ الْبِئْرِ الَّتِي كَانَتْ ترده النَّاقَةُ.

 

Dalam shahihain (kitab al Bukhari dan Muslim) ada hadith dari Ibnu Umar, bahawa para sahabat pergi bersama rasulullah ke Hijr negeri kaum tsamud, para sahabat mengambil air dari perigi-perigi yang ada disana dan membuat adunan (roti), maka rasulullah memerintahkan mereka untuk menumpahkan air yang mereka ambil dan memberikan adunan itu untuk dimakan unta, dan memerintahkan mereka untuk mengambil air dari perigi yang dulu diminum oleh unta (nabi Solih).

 

وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا نَزَلَ الْحِجْرَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ أَمَرَهُمْ أَنْ لَا يَشْرَبُوا مِنْ آبَارِهَا وَلَا يَسْتَقُوا مِنْهَا فَقَالُوا قَدْ عجنا منها واسْتقينا فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَطْرَحُوا ذَلِكَ الْعَجِينَ وَيُهَرِيقُوا ذَلِكَ الْمَاءَ     

 

 

Dan dalam riwayat al Bukhari : Nabi ketika turun ke negeri Hijr pada perang tabuk, beliau memerintahkan mereka untuk tidak minum dari perigi-perigi yang ada disana dan tidak mengambil air darinya, mereka berkata : kami telah membuat adunan dan telah mengambil air, maka nabi memerintahkan mereka untuk membuang adunan itu dan menumpahkan air.

 

(al Nawawi berkata)maka menggunakan air dari perigi-perigi yang disebutkan diatas untuk bersuci ataupun selainnya adalah dimakruhkan atau diharamkan kecuali untuk keadaan darurat, kerana ini adalah sunnah yang sahih yang tidak ada percanggahannya, dan al Syafi’i pernah berkata : jika sahih sebuah hadith maka itulah yang menjadi mazhabku.

 

وَمَا سِوَى الْمَاءِ الْمُطْلَقِ مِنْ الْمَائِعَاتِ كَالْخَلِّ وماء الورد والنبيذ وما اعتصر من التمر أَوْ الشَّجَرِ لَا يَجُوزُ رَفْعُ الْحَدَثِ وَلَا إزَالَةُ النَّجَسِ بِهِ

 

Dan cecair yang lain selain air mutlak seperti cuka, air bunga, nabiz, jus buah atau air yang diperah dari tumbuh-tumbuhan tidak dapat digunakan untuk mengangkat hadath* atau menghilangkan najis**.

 

لِقَوْلِهِ تَعَالَى (فَلَمْ تَجِدُوا ماء فتيمموا) فَأَوْجَبَ التَّيَمُّمَ عَلَى مَنْ لَمْ يَجِدْ الْمَاءَ فَدَلَّ عَلَى أَنَّهُ لَا يَجُوزُ الْوُضُوءُ بِغَيْرِهِ

*Berdasarkan firman Allah (jika kalian tidak menjumpai air maka bertayamumlah). Dia mewajibkan tayammum bagi orang yang tidak menjumpai air, menunjukkan tidak boleh berwudu selain dengannya.

 

ولقوله صلى الله عليه وسلم لا سماء بنت أبى بكر رضى الله عنهما فِي دَمِ الْحَيْضِ يُصِيبُ الثَّوْبَ حُتِّيهِ ثُمَّ اقْرُصِيهِ ثُمَّ اغْسِلِيهِ بِالْمَاءِ فَأَوْجَبَ الْغَسْلَ بِالْمَاءِ فدل على انه لا يجوز يغيره)

**Berdasarkan sabda rasulullah kepada Asma binti Abu Bakr berkenaan dengan darah haid yang terkena baju: kikiskan ia, Gosoklah dengan ujung jari, kemudian basuhlah dengan air. Dia mewajibkan membasuh dengan air, menunjukkan tidak boleh dengan selainnya.

 

(al Nawawi berkata) hadith Asma diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim dengan maksud yang sama.

 

(al Nawawi berkata) hukum dalam perkara ini adalah : mengangkat hadath dan menghilangkan najis tidak sah kecuali dengan air mutlak.

 

(al Nawawi berkata) Ibnu Mundzir berkata dalam kitab al Asyraf dan kitab al ijma’ : Ulama telah bersepakat bahawa berwudhu tidak boleh menggunakan air bunga, air pokok, air safflower atau yang lainnya yang tidak tergolong air mutlak. Dan (perkataan ibnu Mundzir) ini sama dengan yang dinukilkan al Ghazzali.

 

(al Nawawi berkata) Abu Hanifah, Abu Yusuf, dan Dawud berpandangan : menghilangkan najis dari pakaian dan tubuh badan boleh menggunakan cecair apapun yang mengalir dan dapat diperah jika digunakan untuk mencuci, seperti cuka, air bunga.

 

(al Nawawi berkata) dalil mereka adalah hadith Aisyah, dia berkata: kami kaum perempuan dahulu tidak banyak memiliki pakaian kecuali satu baju yang digunakan semasa haid, dan jika terkena sedikit darah, ia basahi dengan air liurnya, lalu membersihkannya dengan kukunya. (Riwayat al Bukhari).

 

Dari Ummu Salamah, aku berkata : Ya Rasulullah, saya perempuan yang memiliki baju yang panjang, terkadang memalui tempat yang kotor. Rasulullah bersabda :

 

يُطَهِّرُهُ مَا بَعْدَهُ

Ia akan disucikan oleh yang selepasnya. (Riwayat Abu Dawud, al Tirmizi dan Ibnu Majah).

 

Hadith Abu said al Khudri, rasulullah bersabda:

 

إذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إلَى الْمَسْجِدِ فَلْيَنْظُرْ فَإِنْ رَأَى فِي نَعْلَيْهِ قَذَرًا أَوْ أَذًى فَلْيَمْسَحْهُ وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا

jika salah seorang dari kalian datang ke masjid, hendaklah ia melihat pada alas kakinya, jika terdapat kotoran hendaklah ia menggosokkannya, dan boleh digunakan untuk solat. Hadith hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang Sahih.

 

Hadith Abu Hurairah, dari Nabi dia bersabda:

 

إذَا وَطِئَ أَحَدُكُمْ بِنَعْلِهِ الْأَذَى فَإِنَّ التُّرَابَ لَهُ طَهُورٌ

Jika alas kaki salah seorang diantara kalian memijak kotoran, maka tanah akan menyucikannya. Riwayat Abu dawud.

mari pelajari Al-Quran bersama Beanahomequran

www.beanahomequran.com

+601152234111 / 60163728504

 

 

 

TEKNIK YANG PERLU DILAKUKAN WANITA UNTUK BAHAGIA BERSAMA PASANGAN

perkahwinan adalah sebuah kehidupan yang selalu dianggap indah, menghangatkan dan menjanjikan kebahagian bagi yang belum pernah berkahwin

berlainan pula tanggapan bagi seseorang yang yang telah bernikah, dan mereka terasa aku ingin keluar dari keadaan ini.

perkahwinan adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan cerita bahagia, kesenangan, ketenangan, kerakusan, kebencian, pengkhianatan, kehancuran. inilah serba sedikit kisah pernikahan

 

disini beanahomequran ingin berkongsi sedikit tips

JOM CUBA TIPS INI:

  1. selalu membuat perbincangan antara empat mata
  2. ambil waktu untuk hidup berdua tanpa anak-anak
  3. buat jadual waktu untuk pergi solat berjemaah bersama
  4. buat jadual waktu untuk pergi ke masjid atau surau untuk menjadikan aktiviti mingguan,bulanan
  5. buat jadual waktu mengaji bersama suami isteri
  6. ketika menaiki kereta bersama, ambil waktu 10 atau 15 minit, isteri atau suami membaca Al-Quran atau hadis didalam kereta.
  7. jika diatas tidak boleh dilaksanakan secara istiqamah, panggil seorang ustaz/ ustazah untuk membuat kelas mengaji dirumah seminggu sekali mengikut kesesuaian waktu suami dan isteri
  8. ada waktu untuk kerja, ada waktu Allah, ada waktu untuk anak dan ada waktu untuk suami/ isteri

penyakit perkahwinan itu timbul apabila hati mulai goyang pada Allah.

penyakit pernikahan itu bernanah apabila dinding-dinding sudah ditakluk oleh syaitan dan kita berhenti belajar tentang Islam

kembali pada agama akan selalu mendatangkan kebaikan kepada manusia InshaAllah

 

Nak ngaji??? mengaji dengan mudah kami datang kerumah anda +601152234111

HUKUM HAKAM WANITA HAID

3 jenis darah yang keluar dari faraj perempuan

  1.  haid
  2.  nifas
  3.  istihadah

DEFINISI DARAH WANITA

Haid: darah yang keluar dari faraj perempuan dalam keadaan sihat, bukan kerana melahirkan.

nifas adalah:  darah yang keluar selepas melahirkan

istihadah adalah:  darah yang keluar bukan pada hari- hari haid dan nifas.

 

KADAR WAKTU HAID PEREMPUAN DALAM MAZHAB SYAFIE

Masa yang paling pendek adalah sehari semalam

Masa yang paling panjang adalah 15 hari

Yang paling lazim 6 atau 7 hari

HUKUM HAKAM YANG BERKAITAN

Perempuan yang haid diharamkan untuk solat, puasa, membaca Al-Quran, memegang mushaf, masuk masjid, tawaf, dan melakukan hubungan suami isteri

 

DALIL DIHARAMKAN SOLAT BAGI WANITA HAIDH

 

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Said bahwa Rasulullah S bersabda:  ketika ditanya tentang kekurangan agama perempuan: bukankah ketika perempuan haid tidak solat dan tidak puasa?

 

Hadis ini menjelaskan bahawa perempuan yang haid tidak solat dan tidak berpuasa.

 

Dari Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Muazah bahawa dia bertanya kepada Aisyah: kenapa perempuan haid mesti mengqada’ puasa dan tidak mengqada’ solat? Aisyah berkata: perkara itu, terjadi pada kami semasa hidup Rasulullah S dan kami diperintahkan untuk mengqada’ puasa dan tidak diperintahkan mengqada’ solat.

 

WANITA HAID  MEMBACA AL-QURAN

 

ADA PERBEZAAN PANDANGAN ulama tentang hukum membaca al Qur’an bagi perempuan yang tengah haidh.

 

Kebanyakan ulama dalam mazhab syafi’i, mazhab hanafi, dan mazhab hanbali berpandangan bahawa perempuan yang sedang  berada dalam keadaan haidh dan nifas diharamkan untuk membaca al Qur’an, sama ada sedikit atau banyak, kecuali ayat-ayat yang lazim digunakan sebagai zikir atau doa.

 

Mereka berpegangan kepada hadith yang diriwayatkan oleh al Tirmizi, al Nasa’i dan Ibnu Majah dari Ali Bin Abi Thalib, bahawa tidak ada sesuatu apapun yang menghalangi Rasulullah daripada Al Qur’an melainkan keadaan junub.

Sebahagian ulama menilai hadith ini sebagai hadith hasan atau sahih. Al Baihaqi berkata: ada riwayat yang sahih dari Umar bahawa dia tidak menyukai orang junub membaca al Qur’an.

 

Mereka mengqiyaskan perempuan yang tengah haid dengan orang yang berada dalam keadaan junub, kerana keduanya adalah hadath besar yang mewajibkan mandi.

Imam Malik, Dawud berpandangan: dibolehkan bagi orang yang junub dan haid membaca seluruh al Qur’an, pandangan ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Said Bin al Musayyib.

 

Al Qadhi Abu al Thayyib, Ibn al Shabbagh dan yang lainnya mengatakan bahawa pandangan ini dipilih oleh Ibnu al Munzir.

 

Imam Nawawi berkata:

Orang yang membolehkan (orang junub dan haid untuk membaca Al Qur’an) secara umum berdalil dengan hadith ‘Aisyah bahawa Nabi sentiasa berzikir kepada Allah dalam setiap keadaannya,

riwayat Muslim, mereka mengatakan : membaca al Qur’an adalah bahagian dalam zikir dan hukum asal membaca al Qur’an adalah tidak diharamkan.